Minggu, 13 Mei 2012

Tetap bertahan dalam panggilan-Nya



Ada cerita tentang seseorang, sebutlah namanya Abu. Ia sedang mengikuti sebuah perlombaan lari jarak jauh. Karena jarak jauh, jadi mungkin jumlah putaran yang harus ia tempuh cukup banyak. Setelah 10 putaran, akhirnya Abu merasa ia sudah tidak sanggup lagi berlari. Ia merasa sudah sangat lelah dan tidak sanggup lagi. Ia memperlambat larinya dengan nafas yang terengah-engah dan wajah yang nampak pucat dengan tujuan untuk sedikit beristirahat. Beberapa kawannya bahkan ada yang lebih dahulu berhenti berlari dan menyerah karena sudah tidak kuat lagi untuk meneruskan. Pada putaran ke 5, sebetulnya Abu sudah merasa tidak sanggup lagi berlari, namun niat dalam dirinya mendorongnya untuk menyelesaikan lomba tersebut sampai garis finish. Yang ada di dalam benak Abu adalah bukan masalah kalah atau menang saja tetapi ini adalah masalah kekuatan mental untuk bertahan (survive).
Sejauh mana ia memahami dirinya dapat menyelesaikan perlombaan ini sampai titik akhir garis finish.

Saya pun pernah mengalami hal serupa. Ketika itu saya mengikuti perlombaan renang se Kabupaten Karawang. Perlombaan tersebut adalah perlombaan renang antar SMA se-Karawang dan saya dengan beberapa teman lain mewakili sekolah kami. Dalam perlombaan tersebut memang saya tidak berhasil meraihi juara pertama, hanya juara 2 tetapi ketika itu saya berusaha untuk tetap bertahan dan menyelesaikan perlombaan itu. Ketika itu teman-teman saya yang lain sudah lebih dulu berhenti, menyerah karena kelelahan dan saya menyadari mungkin saya tidak akan juara dan yang ada di benak saya saat itu hanya satu yaitu menyelesaikan perlombaan sampai selesai. Sama seperti Abu, yang terjadi pada diri saya saat itu adalah sejauh mana dapat meyakinkan diri saya bahwa saya mampu menyelesaikan tugas itu sampai batas akhir.

Hal ini ternyata juga dialami oleh Daud saat itu. Ia juga menyadari bahwa dirinya sudah ada di ambang batas kekuatannya. Ia sudah berada di batas maksimal dalam menjalani hidupnya ketika ia menjalani pertempuran-pertempuran. Terlebih lagi musuh yang ia hadapi bukanlah musuh yang sepele tetapi musuh yang cerdik, musuh yang juga hebat. Hal ini benar-benar menguras segala kekuatannya, segala pikirannya. Sebagai manusia ia juga merasakan yang namanya putus asa, pasrah terhadap keadaan dan memutuskan untuk menyerah dengan keadaan itu. Daud juga merasakan bahwa tidak ada lagi jalan keluar untuk persoalan yang ia hadapi. Sampai pada akhirnya ia menemukan dan merasakan pertolongan tangan Tuhan dalam hidupnya dan Daud bersyukur atas hal itu. Kemudian ia pun dapat bersukacita.

Hal itu lah yang lebih kurang tergambar dalam bagian Mazmur yang kita baca dan renungkan hari ini. Mazmur 30 ini merupakan mazmur yang isinya adalah sebuah nyanyian syukur, ungkapan syukur sang pemazmur ketika ia boleh merasakan kelegaan, kelegaan yang datangnya dari Tuhan. Ia bersyukur dan bersukacita karena Allah telah memberikannya sebuah kelegaan atas pergumulannya. Awalnya ia mengungkapkan betapa dahsyatnya dan betapa rumitnya, betapa sultnya masalah, bahkan betapa menakutkannya masalah, pergumulan yang selama ini ia hadapi. Tentu kita ingat salah satu Daud harus berhadapan dengan orang-orang Filistin yang mengancam dan menyerang Betlehem sampai akhirnya Daud harus keluar dari istananya untuk menyelamatkan diri. Ini adalah salah satu pergumulan, masalah yang pernah dihadapai Daud. Tentu juga tidak hanya itu, masih banyak hal-hal lain, cerita-cerita lain yang menceritakan pergumulan-pergumulan yang Daud hadapi. Namun demikian, meskipun Daud mengalami dan menghadapi berbagai macam masalah, tetapi toh pada akhirnya ia dapat bertahan dan dapat melalui semuanya itu.
 Di dalam Mazmur inilah kita jumpai ungkapan-ungkapan Daud yang mengisahkan pengalaman-pengalamannya di masa lalu ketika Allah tidak meninggalkannya tetapi juga mengangkatnya dari sumur kematian, lembah kekelaman yang sangat mengerikan. Daud dapat bertahan ketika orang-orang lain tidak dapat bertahan. Tentu saja itu semua, kekuatan yang ia dapatkan, ketahanan yang ia rasakan datangnya dari Tuhan yang senantiasa memberikan kita kehidupan serta pertolongan kepada Daud dan tentu kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Dengan keyakinan bahwa Allah akan menuntun kita, Allah akan memberi kita harapan, Allah akan membuat kita selalu dapat berdiri tegak maka kita pun dituntut untuk dapat bertahan dalam keadaan-keadaan sulit dalam hidup kita. Hal ini yang ditunjukkan oleh Daud kepada kita. Daud menunjukkan bahwa dengan keyakinan tadi kita harus bertahan dan keluar dari persoalan. Ini juga yang hendak disampaikan kepada kita semua yang ada di sini. Dengan keyakinan bahwa Allah tidak akan meninggalkan kita, kita dituntut untuk dapat bertahan akan persoalan yang kita hadapai. Dengan demikian, kita pun kelak akan dapat pula mengungkapkan syukur kita, sukacita kita yang besar kepada Allah, Tuhan kita.

Moncong pesawat terbang, bagian paling depan  pesawat terbang itu terbuat dari apa? Ketika saya cari cari tahu di internet yang menjelaskan bahwa ternyata bagian depannya itu terbuat dari bahan marmer. Ya, marmer, tidak seperti bagian pesawat yang lain. di sumber yang saya dapatkan digunakan marmer karena bagian depan pesawat itu, moncong pesawat itulah yang pertama kali berbenturan keras dengan udara, apalagi dalam kecepatan yang sangat tinggi. Oleh karena itu, karena moncong pesawat itu menjadi bagian paling depan maka dibutuhkan kekuatan yang lebih. Karena itu lah dibutuhkan bahan yang lebih kuat juga, seperti marmer. Bayangkan jika bukan marmer, bayangkan jika bahan yang digunakan sama dengan bagian lain pesawat. Bisa saja yang terjadi adalah pesawat tersebut justru oleng, tidak seimbang atau terjadi hal-hal lain, tetapi yang pasti pesawat itu tidak sekokoh sekarang ini.

Hidup kita ini juga sama seperti itu. Dibutuhkan modal yang kuat agar kita dapat bertahan hidup, bertahan menghadapi masalah, pergumulan, persoalan yang datang silih berganti. Salah satunya, yang paling mungkin paling sering kita jumpai dan alami adalah sulitnya bertahan di dalam panggilan pelayanan kita. ketika kita menjadi pelayan di gereja, ambil saja contoh ketika kita menjadi seorang pengajar sekolah minggu. Tentu tidak setiap minggu berjalan lancar, tidak jarang dan tidak sedikit kita menjumpai persoalan-persoalan yang membuat kita merasa lelah dan tidak lagi mampu, tidak lagi sanggup untuk memenuhi panggilan sebagai guru sekolah minggu. Atau sebagai majelis jemaat, tidak menutup kemungkinan kita kadang merasa tak mampu, merasa beban ini terlalu berat untuk kita. panggilan pelayanan ini ternyata sangat berat untuk dijalani. Perasaan untuk menyerah kadang bisa muncul.  Tentu saya yakin guru sekolah minggu dan majelis jemaat di sini tidak begitu. Saya yakin guru sekolah minggu dan majelis jemaat mempunyai kekuatan yang lebih sehingga mampu bertahan menghadapi setiap persoalan yang muncul. Terlebih lagi, jemaat Cimuning ini boleh dikatakan masih segar, masih on fire karena belum setahun diresmikan menjadi jemaat mandiri. Semoga hal tersebut semangat tersebut dapat terus berkobar sampai titik akhir nanti, entah kapan pun itu.

Tetapi saudaraku terlepas dari itu, sebagai manusia yang terbatas, tentu kita akan mengalami hal-hal seperti itu dalam dunia pelayanan kita. Kami sebagai mahasiswa teologi juga pasti pernah merasa tak lagi mampu bertahan dengan tugas-tugas kampus yang datang terus menerus dan harus dikerjakan, dengan kegiatan-kegiatan kampus lain, belum lagi kegiatan pelayanan. Semua itu kadang membuat kita merasa ragu akan kemampuan kita.

Meskipun demikian, dibalik keyakinan saya akan keraguan yang kita miliki, saya punya keyakinan yang jauh lebih besar daripada itu. Keyakinan itu adalah keyakinan bahwa Tuhan akan memampukan kita untuk melewati semua itu. Sering kita dengar nasehat bahwa Tuhan tidak akan memberikan umatnya beban melebihi kemampuan umatnya tersebut. Saya percaya dan yakin akan hal itu. Buktinya saya mampu bertahan sampai semester 8 di kampus ini. Dan saya pun akan yakin saya akan mampu menghadapi tantangan, pergumulan studi saya ke depan sampai titik akhir nanti. Rekan-rekan saya, kakak-kakak kelas saya yang saat ini sedang mengerjakan skripsinya tentu bisa lebih merasakan.

Yang menjadi perenungan kita bersama pada hari ini, Seberapa yakin kita, bahwa kita dapat melewati semua persoalan hidup kita? seberapa yakin kita bahwa Allah, Tuhan kita akan menolong kita untuk melewati semuanya itu? 

Dan dengan keyakinan itu mari kita seperti halnya Daud  katakan pada diri kita sendiri, bahwa saya tidak akan goyah, saya akan bertahan untuk selama-lamanya demi kemuliaan nama Tuhan. Sehingga akhirnya kita dapat bersukacita di garis finish. TUhan yang akan memampukan kita. AMIN.

Kamis, 16 Februari 2012

Keberanian untuk taat dan setia

Kisah Daniel diawali dengan kisah penjajahan Babel – saat itu dipimpin oleh Nebukadnezar – terhadap Yehuda pada masa pemerintahan Yoyakim. Sejarah perjalanan bangsa Israel ataupun Yehuda diwarnai dengan berbagai hal yang mengecawakan Allah. Sebagai umat pilihan Allah, mereka melakukan banyak kesalahan, tentu hal ini sangatlah kontradiktif dengan status mereka itu. Setiap kesalahan tentu ada konsekuensinya. Maka bagi Israel – dan dalam hal ini Yehuda – penjajahan dan pembuangan adalah suatu konsekuensi yang perlu mereka tanggung itu. Pada masa itu, kerajaan Yehuda dihancurkan dan seluruh masyarakat ditawan. Salah satu yang ditawan adalah Daniel. Diceritakan dalam pasal 1 Daniel bersama dengan 3 orang temannya yaitu Hananya, Misael, dan Azarya yang nantinya mereka ini diberi nama lain. Kemudian mereka dibawa ke istana untuk bekerja di dalam istana.

Daniel ini beserta tiga temannya tadi merupakan orang-orang muda. Dalam kemudaan mereka inilah mereka mengalami semua ini. Mengalami penjajahan, pembuangan, ditawan tapi diambil untuk kerja di kerajaan. Kenapa? (pasal 1 ayat 4). Bahkan Daniel terpilih menjadi orang-orang kepercayaan Raja. Ini menjadi tanda bahwa Daniel, juga tiga orang tadi memiliki jiwa yang professional. Ia sudah dipercaya bekerja di kerajaan berarti harus bekerja benar-benar, bertanggung jawab dan setia. Daniel menunjukkan kesetiannya kepada negara. Tidak mungkin seseorang dberi tanggung-jawab yang besar dalam pekerjaan kalau dia tidak setia. Tapi, karena etos kerjanya yang luar biasa, karena kecakapannya dalam bekerja teman-temannya dalam pemerintahan benci kepada Daniel dan berusaha untuk menghancurkan karirnya. Sama saja dengan di Indonesia, iri sama keberhasilan orang lain jadi main sikut-sikutan, saling menjatuhkan. Ternyata hal seperti itu sudah ada dari dulu ya, makanya gak heran kalau banyak yang begitu jaman sekarang ini. Cara mereka menghancurkan Daniel tadi sudah kita lihat di perikop yang kita baca. Daniel tidak boleh berdoa atau memohon kepada siapapun kecuali Raja. Daniel pada titik ini diperhadapkan dengan sebuah godaan., cobaan, imannya sedang digoyahkan, sedang diuji.

Dari kisah Daniel ini, kita dapat mendapati meskipun Daniel yang telah diangkut ke kerajaan yang tidak mengenal Allah mereka, mereka tetap mempertahankan iman dan kepercayaan mereka. Mereka tidak ingin menyangkal apa yang telah mereka imani, meskipun raja dan para pengikutnya telah mencobai mereka agar mereka menyangkal iman percayanya itu.

Namun ketaatan dan kesetiaan yang mereka miliki itu telah memberikan mereka suatu upah yang besar. Sadrakh, Mesakh, dan Abednego juga telah membuktikan kesucian, kesetiaan dan ketaatan mereka pada Allah. Keselamatan pun kemudian mereka dapatkan. Dapat kita lihat di akhir perikop yang kita baca tadi, Daniel memperoleh kedudukan yang tinggi di dalam pemerintahan. hal yang sama juga dapat kita lihat pada kisah Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Pada akhirnya kita dapat temukan mereka juga memperoleh kedudukan yang tinggi.

Memang tujuan utamanya bukan untuk mendapatkan kekayaan, kedudukan. Tetapi yang mau saya sampaikan kepada kita semua adalah setia dan taat kepada Allah itu tidaklah sia-sia. Allah tidak akan melupakan kesetiaan dan ketaatan kita, bahkan Ia akan menganugerahkan keselamatan-Nya kepada kita, berkat-Nya kepada kita. Apa saja yang kita dapatkan? Biarlah Allah yang mengaturnya. Melalui firman Tuhan ini kita sebagai pemuda diingatkan agar berani untuk tetap setia dan taat. Daniel, Sadrach Mesakh dan Abednego telah menunjukkan kesetiaannya dan ketaatannya kepada Allah sejak mereka muda. Kesetiaan dan ketaatan itu mereka tunjukkan secara konsisten. Hal ini penting. Iman dan percaya kita perlu ditunjukkan secara berani dan juga konsisten.

Melalui teladan yang kita lihat dari Daniel, juga Sadrach, Mesakh dan Abednego kita dipanggil untuk menjadi pemuda yang berani untuk setia dan taat kepada Allah. Janganlah kita kalah oleh segala hal yang dapat menggoyahkan iman dan percaya kita kepada Allah yang senantiasa memelihara kehidupan kita. Amin.

Selasa, 15 November 2011

Pneumatologi Tao


Agama Tao merupakan salah satu agama yang muncul dan berkembang di benua Asia khususnya wilayah Asia Timur. Agama ini muncul berasal dari seseorang bernama Lao Tzu yang diperkirakan lahir kira-kira tahun 640 SM. (Huston Smith, 2001: 231) Tidak banyak yang diketahui mengenai sosok Lao Tzu ini karena nama Lao Tzu sendiri memiliki arti lebih kurang adalah “Sang Guru Tua”. Hal ini menunjukkan bahwa nama ini merupakan sebuah gelar penghormatan yang diberikan pada dirinya. Di kemudian hari Lao Tzu menulis sebuah buku yang diberi judul Tao Te Ching yang berarti “Jalan Kebenaran. Di dalam buku inilah disampaikan dasar bagi seluruh pemikiran Tao. (Huston Smith, 2001: 232).

Salah satu konsep yang ada di dalam agama Tao adalah Ch’i. Menurut Kamus Besar Bahasa China-Indonesia kata Ch’i berarti gas, udara, nafas, semangat, jiwa. (Pustaka Bahasa Asing, 1995: 673) Sedangkan menurutk Lee kata Ch’i memiliki makna yang sama dengan kata “ruah” dalam bahasa Ibrani dan “pneuma” dalam bahasa Yunani. Makna yang sama juga ditemukan di dalam kata “prana” dalam bahasa Sansekerta yang berarti nafas – dalam hal ini nafas kehidupan. (Jung Young Lee, 1996: 96) Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Ch’i dapat diartikan sebagai nafas, angin, roh atau jiwa. Tidak hanya itu, Ch’i juga memberikan kehidupan dan memelihara kehidupan manusia di dalam dunia.

Memahami, bukan sekadar menaati


Lukas 10: 25-37

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita pasti tidak asing dengan kata menaati dan memahami. Kalau kita lihat dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata menaati itu berasal dari kata “taat” yang berarti patuh, tunduk atas apa yang diperintahkan. Sedangkan kata memahami punya kata dasar “paham” yang berarti mengerti benar akan sesuatu. Suatu ketika, saya pernah berpergian dengan menggunakan ojek motor dan di dalam perjalanan tersebut kami melewati sebuah perempatan jalan yang lampu lalu lintasnya sedang berwarna hijau. Seketika nyala lampu lalu lintas itu berganti menjadi warna kuning.
Andaikan kita sedang berkendara dan mau melewati perempatan, dari jauh lampu lalu lintas terlihat masih hijau. Tapi ketika kita sudah dekat tiba-tiba lampu berubah menjadi kuning, dan kemudian merah maka apa yang akan kita lakukan? kebanyak orang bukan berhenti tapi merasa nanggung dan malah menambah kecepatan berniat menerobos lampu merah. Ketika kita menerobos lampu merah, tanpa disadari dari arah berlawanan atau dari arah samping yang kebetulan lampu hijau juga langsung tancap gas. Akibatnya kecelakaan pun terjadi. Atau ketika melihat lampu kuning yang justru dilakukan oleh banyak orang adalah tancap gas lebih dalam agar terhindar dari lampu merah. Dan itu juga yang dilakukan oleh tukang ojek saya tadi. Ia dengan segera tancap gas agar terhindar dari lampu merah. Padahal, dengan lampu kuning itu kita sedang diperingatkan agar hati-hati, kurangi kecepatan.
Dari cerita tersebut kita lihat banyak orang tidak memahami betul maksud dari lampu kuning tadi.

Selasa, 19 Juli 2011

Mama














by: IL Divo

Mama, thank you for who I am
Thank you for all the things I'm not
Forgive me for the words unsaid
For the times I forgot

Mama remember all my life
You showed me love, you sacrificed
Think of those young and early days
How I've changed along the way [along the way]

And I know you believed
And I know you had dreams
And I'm sorry it took all this time to see
That I am where I am because of your truth
And I miss you, yeah I miss you

Mama forgive the times you cried
Forgive me for not making right
All of the storms I may have caused
And I've been wrong, Dry your eyes [dry your eyes]

Cause I know you believed
And I know you had dreams
And I'm sorry it took all this time to see
That I am where I am because of your truth
And I miss you, I miss you

Mama I hope this makes you smile
I hope you're happy with my life
At peace with every choice I made
How I've changed along the way [along the way]

Cause I know you believed in all of my dreams
And I owe it all to you, Mama

Senin, 18 Juli 2011

Moses, From Zero to Hero

Keluaran 2:1-10


Kalau kita membaca Kitab Keluaran atau mendengar Kitab Keluaran apak yang langsung muncul di benak kita? Tentu yang kita ingat adalah penyelamatan umat Israel oleh Allah dari perbudakan di Mesir. Kita ingat bahwa orang-orang Israel ditindas di Mesir, salah satunya adalah ketika Firaun memerintahkan para bidan seperti Sifra dan Pua untuk membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir dari perempuan Ibrani. Namun rencana itu gagal. Tidak sampai di situ, ternyata Firaun masih belum puas. Ia kemudian menyuruh orang untuk melemparkan semua anak laki-laki yang lahir ke dalam sungai. Tentu dengan harapan bahwa anak-anak laki-laki itu akan hanyut, tenggelam dan mati.
Selain itu, yang kita ingat dari kisah ini juga adalah sang pahlawan yang muncul. Sang pahlawan yang disebut “penyelamat dari air”. Itulah Musa yang kemudian menjadi pahlawan bagi bangsa Israel keluar dari penindasan bangsa Mesir.

Kejadian 2: 1-10 membicarakan bagaimana Musa lahir. Bukan mengenai proses kelahirannya, tetapi bagaimana keadaan saat Musa dilahirkan. Musa lahir di tengah-tengah kondisi yang dapat dikatakan kurang beruntung. Kita dapat coba bayangkan jika anak kita lahir di tengah-tengah keadaan perang misalnya, keadaan tidak kondusif, berbahaya bahkan mengancam keselamatan anak kita yang baru lahir. Bukan mustahil kita akan sedih. Kita akan bertanya-tanya, mengapa anak kita harus lahir di tengah-tengah kondisi seperti itu.

Mungkin saja hal itu juga dirasakan oleh Yokhebed, ibu Musa. Sebagai ibu tentu ia tidak tega anaknya yang baru dilahirkannya harus diambil dan dibuang ke sungai untuk dibunuh.

Rabu, 31 Maret 2010

PASKA, bukan PASKAH

PASKA, bukan PASKAH.

Selama ini kita salah dalam menyebutkan kata ini. Kita selalu menyebutnya dengan PASKAH padahal seharusnya PASKA, tanpa huruf ‘h’ dibelakangnya. Paska berasal dari kata Latin Paschalis. Bahasa Yunaninya adalah Paskha sedangkan bahasa Ibraninya adalah Pesakh yang artinya “melewatkan” dan dengan makna “melewatkan. Pesakh merupakan sebuah perayaan keagamaan dalam sejarah Israel dimana bangsa Israel mengenang peristiwa lepasnya mereka dari perbudakan. Bangsa Israel merayakan hal ini dengan penuh makna misalnya dengan makan roti tak beragi, penyembelihan hewan kurban. Nah, kata pesakh hendak menjelaskan peristiwa yang pernah dialami oleh bangsa Israel.
Lalu, mengapa kata ‘pesakh’ ini diterjemahkan menjadi paskah? Terjadi kekeliruan dalam menerjemahkan kata ini. Akhiran kata ‘pesakh’ adalah ‘kh’, sehingga seharusnya diterjemahkan menjadi paskha atau paska. Entah mengapa sekarang banyak orang yang menyebutnya paskah.

Kamis, 18 Maret 2010

L.O.V.E

voc: Tompi

L is for the way you look at me
O is for the only one I see
V is very-very extraordinary, and
E is even more than anyone that you’re adore

Love is all that I can give to you
Love is more than just a game for do
Do in love can make it
Take my heart but please don’t break it
Love was made for me and you

L is for the way you look at me
O is for the only one I see
V is very-very extraordinary, and
E is even more than anyone that you’re adore

Love is all that I can give to you
Love is more than just a game for do
Doin’ love can make it
Take my heart don’t break it

Love was made for me and you
Love was made for me and you
Love was made (Uh...uh! Come on yeah everybody)

Love, love, love, love
Love, love, love, love
Love, love, love, love
Love, love, love
Love, love, love
Love, love, love (one more time)
Love!

Rabu, 24 Februari 2010

MONEY

Money can buy the joy, not happiness.
Money can buy a house, not the household.
Money can buy a bed, not sleeping comfortably.
Money can buy time have fun, not the inner tranquility.
Money can buy food, not the taste of food.
Money can buy a friend, not a friend.
Money can buy insurance, not security.
Money can buy jewelry, not beauty.
Money can buy the medicine, not health.
Money can buy a luxury, not a lifestyle.
Money can buy a gold ring, not love.
Money can buy a Bible, not the characters.
Money can buy books, not wisdom.
Money can buy a cross, not forgiveness.
Money can buy a pew, not heaven.
Money can buy many things, but not all things.

Etika Filosofis dan Etika Teologis

Oleh: Judistian Pratama Hutauruk, Siska Lumban Gaol, Bevy Matatula dan Martin Loppe. Dibuat untuk memenuhi salah satu tugas presentasi mata kuliah Etika Kristen 1 di STT Jakarta yang diampu oleh Pdt. Robert R. Borrong Ph.D

Pendahuluan
Etika berasal dari kata Yunani Ethos. Ethos dapat diartikan juga kebiasaan, dapat pula berarti susila dan dapat pula diartikan adat istiadat. Etika memiliki beberapa macam, seperti etika filosofis, etika teologis, etika praktis dan etika lainnya. Dalam presentasi ini kelompok akan menjelaskan tentang etika filosofis dan etika teologis.
Di dunia Timur, Etika Teologis itu lebih tua daripada Etika Filosofi. Di dunia Barat, Etika Filosofis yang lebih tua daripada Etika Teologis. Kedua etika ini saling bertentangan. Maka timbul pertanyaan, “Apakah Etika Filosofis dan Etika Teologis itu?”, “Mengapa Etika Filosofis dan Etika Teologis ini bertentangan?”. Dalam tulisan ini kami akan menjawabnya.

Apakah Etika Filosofis itu?
Etika dikenal sebagai suatu cabang filsafat. Etika merupakan suatu ilmu namun ketika etika dijadikan sebagai filsafat, ia tidak merupakan suatu ilmu empiris. Dikatakan demikian karena filsafat tidak hanya membatasi diri dengan semua hal yang bersifat empiris (pengalaman inderawi) dan yang konkret. Bahkan lebih dari itu, ia berbicara melampaui segala kekonkretan yang ada. Pemikirannya selalu bersifat non-empiris. Itulah yang menjadi ciri khas dari filsafat. Ciri ini juga tampak jelas pada etika. Etika tidak hanya membatasi diri pada segala sesuatu yang konkret, pada semua hal nyata yang dilakukan. Ia menekankan tentang apa yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan, tentang mana yang baik dan mana yang buruk. Dapat disimpulkan bahwa ketika etika disebut juga sebagai suatu cabang filsafat atau bisa dikatakan etika filsafat atau etika filosofi, ia berbicara tentang segala sesuatu “yang ada” sekaligus menilai mana “yang harus dilakukan dan yang tidak” dan berhubungan langsung dengan perilaku manusia. Karena itu ia disebut juga “filsafat praktis”. Di dalam etika filosofis juga terdapat sebuah analisa mengenai makna apakah yang dikandung oleh istilah-istilah kesusilaan. Analisa ini dilakukan dengan cara menyelidiki penggunaan istilah-istilah yang dikandung pernyataan-pernyataan dalam kenyataan hidup sehari-hari. Oleh sebab itu manusia dapat hidup yang lebih baik serta berbuat yang betul tergantung oleh susila manusia itu sendiri. Karena masalah-masalah yang paling utama dalam kehidupan manusia bersangkutan dengan kesusilaan.

Macam-macam Etika Filosofis
Prof. Dr. W. Banning dalam bukunya Typen van Zedeleer, telah menjelaskan dengan terang macam-macan etika filsafat ini. Macam-macam etika filsafat sebagai berikut:
1. Etika metefisika , norma-norma baik dan buruk tidak dicari di dalam kehendak Allah, tetapi di luar firman dan kehendak Allah, aliran ini mencari norma-norma di dalam idea, di dalam alam, di dalam pertumbuhan evolusi dan lain-lain.
2. Etika yang didasarkan pada individu, aliran ini mencari norma baik-buruk itu di dalam nafsu, atau di dalam keberuntungan.
3. Etika yangdidasarkan pada masyarakat, aliran ini mencari normanya di dalam guna atau kepentingan bagi golongan tertentu, atau di dalam hasil-hasil tindakan-tindakan tertentu.
4. Etika nilai-nilai, aliran ini mencari norma baik-buruk itu di dalam nilai-nilai tertentu, misalnya: kebaikan, kebenaran, keindahan.

Selain Prof Dr. W. Banning, ada penulis-penulis lain yang mengikhtisarkan Etika Filosofis ini dengan membagi bentuk-bentuk dalam:
1. Etika otonom, mendasarkan norma-normanya kepada ehidupan sendiri (idea, nafsu, keberuntungan, vitalitas, perasaan, nilai dan sebagainya. Di sini manusia yang bertindak sebagai pembuat undang-undang. Autos, adalah si-Aku, yang menetapkan nomos, undang-undang.
2. Etika heteronom, mengambil norma-normanya dari si-Aku,tetapi dari yang lain (heteros) di dalam masyarakat kemanusiaan. Misalnya, dari rakyat (moral fasisme), dari kaum proletar (moral marxisme), atau dari kemanusiaan (moral humanisme).
3. Etika teonom, memakai penyataan Allah sebagai sumber. Tetapi di sini haruslah, selalu ditanyakan: Siapa Allah itu dan bagaimana Ia menyatakan diri?

Tokoh Etika Filosofis
Kelompok akan memberikan salah satu tokoh Etika Filosofis ini, yaitu Emanuel Kant. Emanuel Kant memberikan Etika Filosofis ini dalam bukunya Kritik des Praktischen Vernunft (Kritik Akal Budi yang Praktis) .

Emanuel Kant
Emmanuel Kant ( 1724-1804) adalah filsuf yang sangat berpengaruh dalam sejarah filsafat modern, ia juga mengajarkan tentang etika. Etika Kant adalah etika yang murni “apriori“, atau dengan kata lain, etika ini tidak didasarkan atas pengalaman empiris, misalnya perasaan enak-tidak enak, untung-rugi, cocok-tidak cocok dan sebagainya. Dengan kata lain, etika Kant dibangun seluruhnya dari prinsip-prinsip intelektualitas, sehingga dapat di pertanggungjawabkan secara rasional. Kant mendapat hasil yang rupanya sama dengan hasil dari iman (jiwa abadi dan Allah), tetapi Kant menyangka bahwa hasil itu dicapai hanya dengan menggunakan akal saja. Akal menggunaka susila saja sebagai titik tolak, dan bukan pernyataan Allah.
Setiap orang yang mempelajari etika Kant dengan cermat tidak akan meragukan bahwa etika ini sangat mengesankan. Meskipun memiliki berbagai keunggulan, bukan berarti etika Kant tanpa masalah, masalah kewajiban dalam pandangan Kant masih sangat abstrak. Apakah dalam kenyataannya orang bertindak melakukan kewajiban demi kewajiban belaka? Seandainya kita memenuhi kewajiban demi kewajiban semata-mata, apakah sikap tesebut dapat dipertanggungjawabkan di hadapan akal budi yang sehat? Bukankah orang melakukan kewajiban tidak secara buta demi kewajiban itu sendiri, melainkan demi nilai-nilai yang ingin diperjuangkan? Dengan demikian, kewajiban bertujuan pada pelaksanaan nilai-nilai ( kritik dari Max Scheler, 1874-1924 ). Max Scheler adalah filsuf dari Jerman, Menurut Scheler orang bertindak bukan demi untuk kewajiban belaka sebagaimana yang di ajarkan Kant, melainkan demi nilai-nilai. Scheler memperlihatkan nilai-nilai itu dapat digolongkan ke dalam empat bagian. Pertama, nilai-nilai enak-tidak enak, yang berhubungan dengan kenikmatan-kenikmatan penglihatan. Kedua, nilai-nilai vital: kesehatan keberanian, kebesaran hati. Ketiga, nilai-nilai rohani yang meliputi: nilai-nilai estetis ( indah-jelek ), nilai-nilai etis (keadilan dan kebenaran), nilai-nilai yang berhubungan dengan pengetahuan murni yang dijalakan tanpa pamrih (filsafat). Keempat, nilai-nilai yang menyangkut objek-objek absolut (yang kudus, yang profan, nilai religius).

Apakah etika teologis itu?

Sejarah singkat etika teologis:
Etika pertama kali ada mulai sejak abad pertama, namun etika terebut tidak secara khusus dipelajari. Namun seiring berjalannya waktu, pokok-pokok etikapun dibuat. Tokoh-tokoh yang mulai memberikan pemikiran pada pembuatan pokok-pokok itu seperti; Tertullianus yang menulis tentang hal-hal apa saja yang boleh dilakukan oleh seorang Kristen, Ambrosius yang fokus pada etika yang mengatur tentang kewajiban-kewajiban para pejabat, dan Agustinus yang fokus pada etika tertentu yaitu;tentang kesabaran, tentang dusta karena terpaksa, dan sebagainya.
Kemudian dalam abad pertengahan, hal-hal tentang etika dibicarakan lagi dalam “Libri poenitentiales” (kitab-kitab mengenai pengakuan dosa) Di masa reformasi, ketiga tokoh reformator (Luther, Calvin, dan Zwingi) juga memberikan suaranya mengenai etika politik dan etika jabatan. Selain tokoh reformator, ada juga Schleiermacher yang baginya etika mencoba menerangkan tentang kehidupan orang-orang beriman. Di abad ke-19 dan awal 20, banyak orang yang mengikutinya. Berbeda dengan Kuyper yang menurutnya etiak itu termasuk golongan dogmatika dan dapat diuraikan secara khusus. Dan pendirian ini dipertahankan oleh Prof. Dr. W. Geesink dan Prof. Karl Bath.
Bertolak dari sejarah yang diuraikan, dapat disimpulkan bahwa etika teologis adalah sebuah etika yang bertolak dari praanggapan-praanggapan tentang Allah/ilahi. Sehingga, secara singkat dapat dikatakan bahwa etika teologis adalah sebuah etika yang didasarkan atas unsur-unsur agama. Berbeda dengan etika flosofis, etika teologis memiliki sifat transempiris yaitu pengalaman manusia dengan Allah yang melampaui kesusilaan tidak dapat diamati manusia dengan pancainderanya. Karena etika teologis berhubungan dengan yang ilahi, maka sumber utama yang dijadikan bagi etika ini ialah Alkitab dan alat bantu lainnya.

Persamaan dan Perbedaan Etika Filosofis dan Etika Teologis
Kedua etika ini sama-sama fokus pada objek tentang moralitas. Selain itu kedua etika ini sama-sama berurusan dengan bagaimana seharusnya manusia berperilaku yang benar dalam hidupnya,menentukan prinsip-prinsip apa yang harus diikuti, dan bertanggungjawab atas pilihan yang telah diputuskan. Perbedaannya ialah: etika filosofis lebih menggunakan akal budi (logika) untuk menjawab masalah-masalah hidupnya, sedangkan etika teologis berangkat dari Allah/ilahi yang bersumber dari Alkitab untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam hidupnya.

Penutup
Setelah melihat sejarah, definisi, tugas, bahkan persamaan dan perbedaan etika Filosofis dan etika Teologis kita dapat melihat bahawa kedua etika ini sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia. Meskipun perbedaan antara kedua etika ini begitu mencolok, namun tidak dapat dipungkiri bahwa etika Teologis tidak dapat dilepaskan dari etika Filosofis, karena etika Teologis harus peka terhdap permasalahan kesusilaan yang jutru sering dinyatakan melalui etika filosofis.

Kepustakaan

Abineno, J.L.Ch. Sekitar Etika dan Soal-soal Etis. Jakarta: BPK GM, 1996.
Bertens, Kees. Etika. Jakarta: Gramedia, 1993.
Douma, J. Kelakuan yang Bertanggung jawab: Pembimbing ke dalam Etika Kristen. Jakarta:
BPK GM, 1993.
Jongeneel, J.A.B. Hukum Kemerdekaan: Buku Pegangan Etika Kristen, Jilid 1: Bagian
Umum. Jakarta: BPK GM, 1980.
Verkuyl, J. Etika Kristen1: Bagian Umum. Jakarta: BPK GM, 1993.

Minggu, 21 Februari 2010

I Believe

Il Divo feat Celine Dion

Lonely the path you have chosen
A restless road, no turning back
One day you will find your light again
Don't you know
Don't let go be strong

Follow your heart
Let your love lead through the darkness
Back to a place you once knew
I believe I believe I believe in you
Follow your dreams
Be yourself an angel of kindness
There's nothing that you cannot do
I believe I believe I believe in you

Tout seul
Tu t'en iras tout seul
Cœur ouvert
A l'univers
Poursuis ta quête
Sans regarder derrière
N'attends pas
Que le jour
Se lève

Suis ton étoile
Va jusqu'où ton rêve t'emporte
Un jour tu le toucheras
Si tu crois, si tu crois, si tu crois
En toi

Suis ta lumière
N'éteins pas la flamme que tu portes
Au fond de toi souviens-toi
Que je crois, que je crois, que je crois
En toi

Someday I'll find you
Someday you'll find me too
And when I hold you close
I know that it's true

Follow your heart
Let your love lead through the darkness
Back to a place you once knew
I believe I believe I believe in you
Follow your dreams
Be yourself an angel of kindness
There's nothing that you cannot do
I believe I believe I believe in you

Jumat, 19 Februari 2010

Ekspansi Eropa dan Ekspansi Kekristenan Pada Masa Modern Perdana

Oleh: Gledi Manarisip, Judistian P. Hutauruk, Prajna S.P
dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sejarah Agama Kristen 2 di STT Jakarta yang diampu oleh Pdt. Drs. Yusak Soleiman.

Pendahuluan

Setelah kita belajar tentang masa modern perdana dari pelajaran yang lalu, kita akan melanjutkannya dengan masa ekspansi. Masa modern perdana antara lain adalah masa penemuan-penemuan mesin sederhana pembantu kerja manusia. Dari hasil perkembangan ilmu pengetahuan ini, bangsa Eropa mulai berpikiran untuk menjelajahi dunia ini. Akibat dari pengetahuan baru yang mempelajari bahwa ternyata bumi itu bulat, penemuan magnet sebagai pembantu alat navigasi pelayaran (kompas), bubuk mesiu (gunpowder), dan pengetahuan kapal layar menambah perbekalan bagi bangsa Eropa untuk siap mengarungi ganasnya samudera raya.

Kali ini kelompok akan membicarakan masa ekspansi Eropa ke Barat (Amerika Selatan) dan ke Timur (Asia). Ekspansi ini pastinya akan menimbulkan dampak, baik dampak bagi daerah yang diekspansi dan di daerah asalnya yaitu Eropa. Hal lain yang terjadi bersamaan dengan ekspansi adalah proses penginjilan yang dilakukan oleh “rombongan” ekspansi tersebut ke “dunia baru” yang non-Kristen.

Ekspansi Ke Barat
Ekspansi bangsa Eropa di seluruh dunia dicatat dalam sejarah dan diawali dengan sebuah angka yang sangat terkenal, yaitu 1492. Orang pasti langsung berpikir tahun “ditemukannya” benua Amerika oleh Columbus, seorang yang lahir di Bologna daerah Italia. Hal itu menjadi pemicu bagi bangsa-bangsa Eropa yang lain untuk menjelajahi dunia ini.dimulai dengan ekspansi bangsa Spanyol ke daerah pesisir Amerika Selatan yang ternyata telah didiami oleh penduduk setempat berabad-abad lamanya yaitu suatu suku bangsa yang diberi nama oleh Columbus, ketika mendarat di benua Amerika, dengan sebutan suku Indian.
Implikasi dari ekspansi bangsa Eropa, baik ke Timur atau pun Barat (juga akibat dari pemikiran reformasi) tidak langsung adalah kecenderungan sikap yang semakin individualis. Hal itu antara lain dianut oleh Protestanisme yaitu keselamatan adalah bersifat individu. Oleh karena itu selain mengaku percaya dengan dibaptis, orang juga harus membaca Alkitab (sehingga timbul proyek penerjemahan Alkitab). Karena itu dampak dari kaum pedagang yang individualis, membeli tanah-tanah para kaum feodal menjadi milik pribadi, sehingga para petani yang menggarap tanah para kaum feodal menjadi pengangguran dan membuat Di daerah asal, Eropa, muncul golongan atau kelas masyarakat baru, yaitu pedagang (merchants) yang merupakan cikal bakal kaum kapitalis. Sebelum tahun 1500-an kehidupan sosial dan ekonomi masih dipegang oleh kaum feodalis (para tuan tanah).
Sementara itu dampak bagi daerah baru yang dijelajahi adalah semakin terpinggirkannya penduduk asli oleh kaum pendatang Eropa. Para pendatang yang ke Amerika Selatan ini tidak membawa istri-istri mereka, sehingga terjadilah perkawinan campur (interacial marital) antara pria-pria pendatang dengan perempuan-perempuan, entah penduduk asli atau budak. Hal lain yang menjadi dampak yang sampai sekarang kita tahu bahwa suku bangsa kulit merah Indian “hampir” punah.
Pada awalnya suku Indian memiliki kepercayaan terhadap berhala, percaya kepada dukun dan masih menjalankan berbagai tradisi kepercayaan masyarakat setempat. Ordo Fransiskan datang untuk mengambil alih kekuasaan di wilayah Maya di Yucitan tanpa menggunakan senjata. Usaha ini berhasil dilakukan dengan membuat sekitar 200.000 orang menjadi tunduk kepada mereka. Namun demikian, penaklukan ini tidak sepenuhnya berhasil karena masih ada sebagian masyarakat yang melakukan tradisi masyarakat setempat dengan diam-diam. Hingga akhirnya, pada tahun 1562 ordo Fransiskan mengeluarkan inkuisisi yang mengakibatkan 4.500 orang India disiksa dan dalam waktu tiga bulan terdapat 158 orang meninggal.
Metode yang digunakan oleh negara-negara asia terlihat sangat tidak religuis melainkan sangat merakyat karena mereka bergerek melalui orang-orang kecil
Pembantaian besar-besaran dilakukan saat Cortez melakukan penaklukan di Amerika Selatan, sehingga pada masa itu penduduk aslinya berkurang sejumlah 125.000 hingga setengah juta jiwa. Bersamaan dengan kaum ekspansionis, para misionaris pun menjalankan misinya melakukan penyebaran agama Kristen kepada para penduduk setempat.
Bangsa Eropa yang mengekspansi Amerika Selatan pada masa ini adalah bangsa Spanyol dan Portugal, yang merupakan bangsa beragama Katolikl. Oleh karena itu yang melakukan tugas misionaris adalah kaum Katolik yang berordo Fransiskan, Dominikan, dan Jesuit.Pembagian kekuasaan dengan menarik garis ilusi, sehingga Amerika Selatan terbelah dua, Brazil dikuasai Portugal dan sisanya oleh Spanyol.
Selain itu banyak sekali para penjelajah, baik Spanyol atau Portugal yang mengikuti ekspedisi untuk mengekspansi “dunia baru” salah satunya adalah Vasco Balboa yang menjelajahi Kuba dan Kolombia.

Ekspansi Ke Timur

Selain bergerak ke Barat, yaitu menuju benua Amerika. Bangsa-bangsa Eropa juga bergerak ke arah Timur. Ekspansi kekritenan di Timur menjadi lebih intensif dibanding dengan abad sebelumnya. Bangsa-bangsa timur tersebut diantaranya adalah:
• Filipina
Filipina adalah salah satu negara di Asia yang dikunjungi oleh bangsa Eropa, yaitu Spanyol. Filipina melakukan ekpansi Kekristenan pada masa modern perdana. Pada masa itu, kekristenan sedang berada dalam persaingan langsung dengan agama Islam. Kedua agama tersebut berusaha untuk melakukan perluasan agama di Filipina, misalnya membangun tempat-tempat ibadah. Namun demikian, letak keduanya sangat berjauhan antara wilayah Kekristenan dan ekspansi Islam. Keadaan seperti ini akan sangat menghambat gereja dalam menerapkan beberapa pelajaran dan pengetahuan yang telah diperoleh di negara Amerika, salah satunya dengan mengajar hanya dengan menggunakan bahasa asli. Hal ini dilakukan agar dapat merebut kekuasaan secara perlahan, untuk membentuk struktur kekuatan penguasaan.
Augustinian merupakan seorang biarawan yang melakukan ekspansi di Filipin. Pada tahun 1617 di Manila, Augustinian memberikan sakramen rekonsiliasi kepada para reformis yang tidak senang dengannya. Dalam menjalankan misinya Augustinian mendapatkan hambatan dari masyarakat. Hambatan tersebut ialah masyarakat yang masih menyembah berhala. Dalam usaha lima tahun pertama misi ini berhasil. Augustinian dengan membabtis kurang lebih 100 orang. Kemudian setelah dua puluh lima tah un, jumlah misionaris semakin bertambah banyak dari 13 orang menjadi 267 misionaris dan jumlah orang-orang yang bertobat sebanyak 288.000 orang.
• China
Pada abad ke-16 bangsa Eropa melalui kaum Yesuit melakukan ekspansi ke negara Asia lainnya, yaitu China. Namun demikian, pendekatan yang dilakukan oleh bangsa Eropa di negara China berbeda dengan metode pendekatan yang dilakukan oleh Eropa di negara Amerika dan Spanyol. Perbedaannya ialah pendekatan yang dilakukan di negara Amerika dan spanyol lebih bersifat ‘memberantas’ namun pendekatan yang dilakukan bangsa Eropa di China lebih bersifat ‘kompromi’ dan secara bertahap, tidak langsung menyebarkan Injil. Dengan kata lain, metode pendekatan yang digunakan dalam ekspansi kekristenan di negara China dilakukan dengan cara beradaptasi dengan berbagai tradisi kebudayaan masyarakat setempat. Sebagai contoh, tradisi yang dilakukan ialah melakukan upacara-upacara penyembahan roh nenek moyang. Metode pendekatan ini dilakukan karena di dalam negara China terdapat banyak kerajaan besar dan kebudayaannya juga sangat tinggi sehingga sulit untuk melakukan ekspansi kekristenan maka harus dilakukan secara bertahap.sebagai China juga merupakan negara yang superior, misalnya Pada tahun 1521 dan 1522 ketika orang-orang Portugis berusaha memperluas penguasaanya di China, negara China dengan tegas mengalahkannya dengan angkatan perang. Pada awalnya para misionaris melakukan pendekatan dengan para penguasa dan pemimpin negara China. Metode yang dilakukan ini mempermudah dalam menjalankan ekspansi kekristenan di negara China karena dengan mendekati dan menaklukan para penguasa negara maka sacara otomatis masyarakat akan tunduk dan mengikuti pemimpin negara mereka. Metode lain yang dilakukan Eropa dengan menghilangkan segala macam ritual-ritual keagamaan yang ada sejak awal di dalam masyarakat dan mengubahnya dengan cara berdoa kepada Tuhan.
• Jepang
Sedangkan di negara Jepang pesan Kristen awalnya diterima secara antusias atau diterima dengan baik. Namun demikian, pada masa Tokugawa, tahun 1639 negara Jepang berusaha untuk menutup diri. Mereka menganut paham Sokoku, yaitu tertutup dari hal apapun dan bertujuan agar menutup diri dari segala pengaruh dari luar, yaitu bangsa-bangsa barat. Pada tahun Bangsa-bangsa barat yang berusaha masuk adalah Belanda, Inggris dan Portugal 1579). Oleh karena itu para misionaris yang datang menggunakan metode yang tidak jauh berbeda dengan negara China, yaitu dengan berusaha untuk menyesuaikan dengan kebudayaan setempat. Maka para misionaris harus masuk atau melakukan pendekatan dengan cara diam-diam. Namun demikian, para misionaris gagal dan meraka dibunuh secara masal pada tahun 1614. Hingga pada akhirnya sejak tahun 1614 hingga abad ke 19 negara Jepang tidak dapat ditembus oleh misionaris.



PENGINJILAN DI ASIA


• Fransiskus Xaverius
Lahir di Navarre tahun 1506. Ia diperintahkan Ign. Loyola di Paris untuk menjadi misionaris di India. Pertama kali ia sampai di Goa. Metode yang ia pakai dalam menyebarkan Injil ada dua. Pertama dengan mengajarkan pokok-pokok ajaran penting dalam agama Kristen kepada masyarakat setempat. Seperti yang ia lakukan di salah satu desa di selatan India (desa Travancore), ia mengumpulkan semua laki-laki dan anak-anak untuk diajarkan Doa Bapa Kami, Doa Salam Maria, Pengakuan Iman Rasuli, Sepuluh Perintah Allah, dan lain-lain. Berawal dari sini, kemudian banyak orang akhirnya berhasil di baptis olehnya. Metode yang kedua adalah dengan mempelajari bahasa, kebudayaan, peradaban setempat. Dengan cara ini ia dapat mendekati masyarakat setempat dan menyebarkan ajaran Kekristenan di sana. Hal ini ia lakukan ketika ia hendak melakukan penginjilan di Jepang. Ia mempelajari kebudayaan Jepang dan mempelajari bahasa Jepang.

• Robert de Nobili
Ia adalah seorang Jesuit Italia. Tiba di India tahun 1605. Ia menetap di Madura, daerah di selatan India selama lima tahun. Di sana ia belajar bahasa Tamil dan bahasa Sansekerta. Ia menolak untuk bergabung dengan koloni Portugis. Metode yang dipakai olehnya adalah dengan mengadopsi adat istiadat setempat dan menginkulturasi kekristenan ke dalam budaya setempat. Ia juga mengabaikan ritus-ritus yang dianggap bertentangan dengan adat istiadat masyarakat India. Nobili mengadopsi gaya hidup kasta Brahmana dan mempertahankan budaya kudumi (tidak memotong rambut) dan ia juga ikut memakai korset. Beberapa misionaris lain ada yang mengikuti metode ini tapi ada yang memilih untuk mengikuti gaya hidup kasta yang lebih rendah seperti kasta Pandara. Metode Nobili ini menimbulkan pertentangan di antara beberapa misionaris lainnya dan hal ini sampai ke Roma. Pada tahun 1623, Paus akhirnya menerima modifikasi metode yang dibuat oleh Nobili ini.

• Mateo Ricci
Tidak jauh berbeda dengan Nobili, ia mempelajari bahasa dan peradaban Cina. Di tengah banyaknya agama-agama yang ada di Cina, baginya Konfusianisme merupakan yang paling dekat dengan kekristenan dibanding dengan agama Cina lainnya. Oleh karena itu, ia mengadopsi pakaian dan cara hidup para ulama di sana. Ia juga membuat tulisan yaitu True Exposition of the Doctrine of Heaven yang berisikan jaran-ajaran Katolik dalam bahasa Cina.

• Alexander de Rhodes
Ia melakukan penginjilan di Vietnam pada tahun 1626 di Tonkin dan Annam. Setahun setelah kedatangannya ia telah mampu untuk berkotbah dalam bahasa lokal. Menurutnya jika para misionaris sudah bisa mengusai bahasa lokal dan mengetahui budaya lokal maka akan mudah untuk menyebarkan Injil.

PENERJEMAHAN ALKITAB

Beberapa tahun setelah kedatangan orang-orang Belanda ke Nusantara, penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa Melayu sudah dimulai. Penerjemahan pertama kali dilakukan oleh Ruyl, seorang pedagang Belanda. Yang pertama kali diterjemahkan oleh Ruyl adalah Injil Matius yang kemudian diikuti oleh Injil Markus. Penerjemahan dilanjutkan oleh Jan van Hasel dan Heurnius dengan menerjemahkan Lukas, Yohanes, Kisah Para Rasul dan lainnya. Pada tahun 1668, seorang pendeta bernama Brouwerious berhasil menerjemahkan dan mencetak seluruh Perjanjian Baru ke dalam bahasa Melayu. Penerjemahan berlanjut ke penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa Melayu Tinggi yang dilakukan oleh Leijdecker atas permintaan majelis gereja di VOC. Tidak berhenti di situ, Johannes Emde juga menerjemahkan Perjanjian Baru ke dalam bahasa Melayu Rendah. Ia melakukan penerjemahan ini karena merasa terjemahan dari Leijdecker masih terlalu sulit untuk dimengerti karena banyak menggunakan bahasa-bahasa asing yang sulit untuk dimengerti. Karena hal ini juga Lembaga Alkitab Belanda saat itu mengangkat Klinkert sebagai penerjemah Alkibat bahasa Melayu. Alkitab Klinkert selesai pada tahun 1879. Terjemahan Alkitab dalam bahasa Melayu yang terakhir adalah dalam bahasa Melayu Baba yang dikerjakan oleh Shellabear beserta Chew Chin Yong dan Suleiman.
Swellengrebel membedakan empat macam bahasa Melayu yaitu 1. bahasa Melayu, bahasa negeri asal, dipakai di Selat Malaka, 2. bahasa Melayu tulisan yang penyebarannya lebih luas, tetapi masih satu keluarga, 3. bahasa Melayu setempat dengan berbagai variasinya, dipakai di daerah-daerah, yang dipergunakan sebagai lingua franka dan 4. bahasa Melayu pasar dengan bentuk paling sederhana dan paling banyak campurannya.
Sesuai dengan ajaran Kristen sola scriptura yang berarti keselamatan itu ada di dalam Alkitab, maka Alkitab itu perlu dimengerti dan bisa dibaca oleh semua pemeluk Agama Kristen. Untuk itu proyek-proyek penerjemahan Alkitab banyak dilakukan. Para misionaris Barat yang melakukan penginjilan ke bangsa-bangsa lain juga melakukan penerjemahan teks-teks Alkitab ke bahasa setempat. Di Asia, dipilih bahasa Melayu karena saat itu bahasa Melayu adalah bahasa perdagangan, tidak hanya di Nusantara namun juga di jalur perdagangan Asia. Bahkan orang-orang Eropa yang melakukan perdagangan di Asia juga menggunakan bahasa Melayu. Dengan menguasai dan memahami bahasa setempat akan memperlancar proses penginjilan yang dilakukan para misionaris.






Tabel Kronologis

Nicolaus Copernicus (1473-1543)
pencetus teori heliosentri dalam bukunya tentang revolusi benda-benda langit yang terbit 1543.

Christopher Columbus (1492),
“menemukan” benua Amerika

Johannes Kepler (1571-1630)
menerbitkan tulisan “Astronomi Baru (1609)”, yang memperlihatkan hukum-hukum pergerakan planet bahwa orbitnya berbentuk elips.

Galileo Galilei (1564-1642),
menemukan teleskop dan jam bandul, karya-karya utamanya “Dialog tentang Dua Sistem Dunia Yang Utama: Ptolemius dan Copernicus (1632)” dan “Diskursus tentang sains yang Baru (1638)”.

Fransisco Pizarro (1478-1542)
Berusaha mengalahkan suku Inca
Peter Ghent (1529)
Misionaris Fransiskan membaptis ribuan orang suku Indian
Batholomew de Las Casas (1484-1566)
Pembela dan melindungi hak masyarakat Indian. Hasilnya adalah dengan dihapuskannya perbudakan oleh raja Spanyol.
Augustianian
Tahun 1617 di Manila, Augustinian memberikan sakramen rekonsiliasi kepada para reformis yang tidak senang dengannya. Hambatan yang dihadapi ialah masyarakat yang masih menyembah berhala. lima tahun pertama misi ini berhasil. Augustinian membabtis kurang lebih 100 orang. Setelah 25 tahun, jumlah misionaris semakin bertambah banyak dari 13 orang menjadi 267 misionaris dan jumlah orang-orang yang bertobat sebanyak 288.000 orang.
Kaum Yesuit
Abad ke-16 bangsa Eropa melalui kaum Yesuit melakukan ekspansi ke negara China. Melakukan pendekatan dengan melakukan adaptasi dengan kebudayaan masyarakat setempat. Metode lain, dengan mendekati para pemimpin dan penguasa negara. menghilangkan segala macam ritual-ritual keagamaan dan mengubahnya dengan cara berdoa kepada Tuhan.
Tahun 1562, mengeluarkan inkuisisi kepada di negara India yang mengakibatkan 4.500 orang India disiksa dan dalam waktu tiga bulan terdapat 158 orang meninggal.
Tahun 1562 ordo Fransiskan mengeluarkan inkuisisi yang mengakibatkan 4.500 orang India disiksa dan dalam waktu tiga bulan terdapat 158 orang meninggal.
Periode Tokugawa (1639)
Tahun 1639 jepang menganut paham Sokugawa (menutup disi dari pengaruh luar)
Tahun 1579 Bangsa Portugal datang ke Jepang
Tahun 1614 para misionaris dibunuh secara masal
Fransiskus Xaverius, 1542 sampai di Goa. 1545 melakukan penginjilan di India. 1549 sampai di Jepang
Alexander de Rhodes, 1626 tiba di Tonkin dan Annam untuk melakukan penginjilan di Vietnam.
Robert de Nobili, 1605 tiba di India. Ia mempelajari bahasa lokal dan melakukan penginjilan dengan caranya yang unik.
Mateo Ricci, 1583 tiba di Cina bersama Michael Ruggieri.
Albert Conelisz Ruyl, 1612-1629 menerjemahkan Injil Matius ke dalam bahasa Melayu. 1638 terjemahan Injil Markus yang ia buat diterbitkan
Brouwerious, 1668 menerjemahkan seluruh Perjanjian Baru.
Leijdecker, 1691 menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Melayu Tinggi.
Johannes Emde, 1835 memperbaharui Alkitab Leijdecker karena bahasanya dianggap terlalu tinggi.
Klinkert, 1863 ditugaskan Lembaga Alkitab Belanda untuk menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Melayu. 1879 Alkitab terjemahan Klinkert selesai diterjemahkan.
Shellabear beserta Chew Chin Yong dan Suleiman tahun 1907 bersama-sama menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Melayu Baba, kemudian diterbitkan pada tahun 1913.













Daftar Pustaka

Comby, Jean. How To Read Church History Vol. 2 From the Reformation to the present day.
New York: Crossroad, 1985.
Collins, Michael and Price, Matthew A. The Story of Christianity. Yogyakarta : Kanisius, 2006
Cragg, Gerald R. The Age Reason 1648-178,Penguin Books: England, 1987
Fernandez-Armesto, Felipe. Millenium, Bantam Press: London, 1995
Groeneboer, K. Jalan ke Barat – Bahasa Belanda di Hindia Belanda 1600-1950. Jakarta :
Erasmus Taalcentrum, 1995
Hobson, John M. The Eastern origins of Western Civilization. Cambridge: Cambridge University
Press, 2005
Mannion, Gerard and S,Lewis (Editor). Mudge.The Routledge companion to the Christian
church, New York Routledge, 2008
Reilly, Kevin. The West and the World volume 2. New York: Harper & Row Publisher, 1980

Internet :
http://www.sarapanpagi.org/sejarah-penerjemahan-alkitab-dalam-bahasa-melayu-indonesia-vt129.html diakses pada tanggal 18 Februari 2010.

Kamis, 18 Februari 2010

LITURGI MINGGU SENGSARA II GEREJA KRISTEN PASUNDAN (GKP)

LITURGI
MINGGU SENGSARA II
GEREJA KRISTEN PASUNDAN (GKP)

Minggu, 21 Februari 2010

“SIKAP PENGIKUT YESUS YANG BENAR”


PERSIAPAN
-Doa Konsistori
-Saat teduh
-Warta Jemaat (MJ membacakan pokok-pokok Warta Jemaat)

PROSESI MASUK
MJ menyalakan 2 (dua) buah lilin kemudian mengundang jemaat berdiri dan menyanyikan KJ No. 21: 1-2 “Hari Minggu, Hari Yang Mulia” Pelayan Firman dan Majelis Jemaat memasuki ruang ibadah.

VOTUM & SALAM

PF : Ibadah Minggu Sengsara II ini berlangsung karena pertolongan Tuhan yang menjadikan langit dan bumi
J : Amin
PF : Salam Sejahtera bagi Saudara yang datang di dalam nama Tuhan
J : Salam Sejahtera bagi Saudara juga

NAS PEMBIMBING
PF : Manusia hidup bukan dari roti saja, melainkan juga dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah. Karena itu dengarkanlah Firman Tuhan sebagai Nas Pembimbing ibadah saat ini yang terambil dari Yohanes 5:17 ………
J : (Menyanyikan) KJ No. 309 “Biar ‘Ku Tumbuh Di Batangmu”


LITANI SYUKUR (duduk)
P: Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya
J: supaya jalan-Mu dikenal di bumi dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa
P: Kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu ya Allah, kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai
J: sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi
P: Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah serta bersukacita
J: sebab Allah yang memberkati kita dan menuntun kita
P+J: (Menyanyikan) PKJ No. 14 “Kunyanyikan Kasih Setia Tuhan”


PERENDAHAN HATI
MJ membacakan puisi:

Dalam keheningan hati…
Menatap jalan yang penuh duri
Membayangkan perih yang menerpa,
Terbakar dalam kehampaan jiwa

Jalan-Mu kecil dan sempit
Buat ku enggan tuk melangkah
lalu berbalik arah

Aku teriak dalam sunyi
Aku menangis dalam sepi
Terjebak dalam pusaran hampa
Ketika sadar jalan yang salah
Kutempuh tanpa pahami arah

Kini kumenatap-Mu dalam pasrah
Memohon kepada-Mu dalam resah
‘tuk berharap Kau menjamah
Kembali dalam langkah
Bersama-Mu ku yakin dan berserah
(St)

Setelah puisi langsung dilanjutkan dengan nyanyian dari Solist menyanyikan lagu “Sejauh Timur dari Barat” dengan suara lembut, dan Jemaat mengakui dosa secara pribadi
J: (Menyanyikan) Sejauh Timur dari Barat

BERITA ANUGERAH PENGAMPUNAN

PF : Jemaat Tuhan, bagi kita yang dengan penuh ketulusan merendahkan hati di hadapan Tuhan kini dengarkanlah Firman-Nya: “Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. Jika kamu mau menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu” (Yes. 1:18-19)
J : Berdiri dan menyanyikan PKJ No. 239:1-2 “Perubahan Besar”

PEMBACAAN MAZMUR
Mazmur 16 (Berdiri dan bersahutan diakhiri dengan nyanyian KJ No. 48)

PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN (duduk)
• Doa permohonan bimbingan Roh Kudus
• Pembacaan Alkitab: Matius 16:21-28
• Selesai pembacaan Alkitab:
P F : “Berbahagialah Setiap Orang yang mendengar Firman Tuhan ….”
J : (Menyanyikan) Hosiana… Hosiana… Hosiana
• Khotbah

PADUAN SUARA/VOKAL GROUP

PENGAKUAN IMAN RASULI (berdiri)
MJ : Marilah kita bangkit berdiri untuk menyatakan Pengakuan Iman Percaya kita bersama dengan Gereja dari segala abad dan tempat, dengan menyanyikan KJ No. 280:1-3 “Aku Percaya”

PERSEMBAHAN SYUKUR (duduk)

• MJ membacakan ayat pengantar persembahan Amsal 3:9-10
• Persembahan diiringi nyanyian KJ No. 450:1 “Hidup Kita Yang Benar”
• Doa Persembahan (berdiri)

DOA SYAFAAT, diakhiri dengan Doa Bapa Kami (duduk)

PENGUTUSAN DAN BERKAT (berdiri)

PF : Saudara - Saudaraku, pergilah dalam perlindungan kasih Tuhan yang senantiasa menyertai dan memberkati hidup kita serta ingatlah akan firman-Nya yakni: …… (inti khotbah yang disampaikan)

J : (Menyanyikan) KJ No. 424:1-2 “Yesus Menginginkan Daku”

PF : Kini terimalah Berkat Tuhan:

“Tuhan kiranya memberkati dan memelihara Saudara. Tuhan kiranya menerangi Saudara dengan wajahNya, dan mengasihani Saudara. Tuhan kiranya menunjukkan wajahNya kepada Saudara, dan mengaruniakan selamat, Amin

J : Amin, Amin, Amin ……


Saat Teduh

LITURGI MINGGU SENGSARA I GEREJA KRISTEN PASUNDAN (GKP)

LITURGI
MINGGU SENGSARA I
GEREJA KRISTEN PASUNDAN (GKP)
Minggu, 14 Februari 2010

Tema:
“SEMUA KARENA KASIHNYA”



PERSIAPAN
-Doa Konsistori
-Saat Teduh diiringi Instrumentalia Musik.
-Pokok-pokok Warta Jemaat oleh MJ

PROSESI MASUK
MJ : Saudara-saudara, hari ini kita akan memasuki Minggu Sengsara yang pertama Mari kita bangkit berdiri, dan memuji Tuhan dari PKJ 298 “Angkatlah Gita Baru”
(dinyanyikan 3x atau lebih sampai Prosesi selesai & diawali oleh Pemandu Pujian/Kantoria)

Pelayan Firman dan Majelis Jemaat memasuki ruang ibadah dari pintu masuk utama. Seorang Majelis Jemaat membawa satu buah lilin dan menyalakannya sebagai tanda memasuki Minggu Sengsara I sebagai bagian dari Masa Raya Paskah.

VOTUM DAN SALAM

PF : Ibadah Minggu Sengsara I ini terjadi karena pertolongan kita adalah di dalam nama Tuhan yang menciptakan langit dan bumi.
J : Amin
PF : Salam Sejahtera bagi Saudara sekalian!
J : Salam Sejahtera bagi Saudara juga!

NAS PEMBIMBING

PF : Nas Pembimbing dalam Ibadah Minggu Sengsara I ini diambil dari Injil Yohanes 3:16………………
J : (Menyanyikan) PKJ No. 242:1-2 “Seindah Siang Disinari Terang”

DOA SYUKUR (duduk)

MJ : Saudara-saudara…
Betapa kita patut bersyukur atas segala kasih dan setia Tuhan. Hari demi hari kita lalui, badai dan gelombang silih berganti menerpa kehidupan kita. Namun karena anugerah-Nyalah kita diberikan kekuatan hingga tegar berdiri saat ini. Karenanya mari kita naikkan syukur kita kepada Tuhan. Yang akan kita awali dengan doa syukur kita secara pribadi kepada Tuhan di dalam Saat teduh

Umat Bersyukur secara pribadi dengan diiringi instrument musik dari PKJ No. 299 “Bersyukur Puji Tuhan”

MJ : Syukur kami haturkan ke hadirat-Mu yang kudus ya Allah Bapa, karena kasih setiaMu kepada kami sepanjang kehidupan ini. Kami bersyukur atas keselamatan yang telah Engkau berikan di dalam Putera-Mu Yesus Kristus sehingga kami dilayakan untuk datang menghadap tahtaMu yang Kudus.
J : Menyanyikan PKJ 299 (2x)
MJ : Kami bersyukur atas pergumulan dan persoalan yang kami hadapi di dalam keluarga karena ditengah-tengah persoalan tersebut kami percaya ada tangan kasihMu yang senantiasa menopang dan menguatkan kami.
J : Menyanyikan PKJ 299 (2x)
MJ : Kami bersyukur atas persekutuan kami, Gereja Kristen Pasundan, yang telah Engkau sertai dan berkati. Kendati begitu banyak tantangan dan masalah yang kami hadapi baik dalam kehidupan berjemaat, klasikal dan sinodal, kami tetap dimampukan untuk terus melangkah, terlebih ketika kami akan memasuki usia yang ke 76 tahun. Itu semua karena kasih setiaMu.
J : Menyanyikan PKJ 299 (2x)
MJ : Kami bersyukur atas tahun-tahun yang Engkau nyatakan bahkan pada hari ini kami memasuki Minggu Sengsara I. Selama 7 minggu ke depan mampukan kami untuk terus memaknai Minggu-minggu Sengsara Kristus dalam kehidupan pribadi, keluarga, persekutuan dan kehidupan bermasyarakat.
MJ + J : Terpujilah Engkau ya Allah Bapa didalam Yesus Kristus, sekarang sampai selama-lamanya, Amin!

PENGAKUAN DOSA

PF : Mari kita berdoa:
Tuhan, sungguh kami menyadari bahwa hidup yang kami jalani begitu berat. Keterpurukan seringkali kami hadapi, kegagalan dan kehancuran menjadi makanan kami. Kami seringkali kecewa ketika impian dan harapan kami tak sesuai dengan kenyataan.
J : Kami mengakui Tuhan bahwa kekecewaan seringkali hadir dalam kehidupan pribadi, keluarga pekerjaan, bahkan dalam persekutuan kami. Akibtnya mata hati kami tertutup untuk menatap cahaya kasih-Mu, dosa telah menyilaukan kami
PF : Seringkali kami memaksakan apa yang kami inginkan tanpa mau melihat apa yang sebenarnya Engkau kehendaki. Hati kami telah dibutakan oleh kerakusan, ketamakan dan ketidakpuasan.
J : Sungguh sikap yang buruk tersebut telah membuat kami semakin jauh dari pada-Mu. Kami semakin kehilangan kasih setia-Mu
PF : Namun kami percaya bahwa Engkau Allah yang tidak membiarkan kami lari daripada-Mu. Kami percaya Engkau akan merangkul dan memulihkan kehidupan kami. Karenanya ampunilah dan kasihilah kami yang berdosa ini.
J : Mampukan kami ya Tuhan untuk menjalani hidup yang Engkau karuniakan, terlebih ketika kami mensyukuri kasih karunia yang Engkau berikan melalui Putera-Mu Yesus Kristus Tuhan dan Juru’slamat kami.
P+J : (Menyanyikan) Kidung Kabungahan No. 38:1-2 “Nun, Gusti Nu Sipat Murah”

BERITA ANUGERAH PENGAMPUNAN

PF : Bagi kita yang dengan penuh kejujuran dan ketulusan merendahkan diri dan hati di hadapan Tuhan, maka sekarang dengarlah Firman Tuhan dari Mazmur 103:8-14…………
J : ( Berdiri & Menyanyikan) PKJ No. 200 “Ku Diubahnya”

PEMBACAAN MAZMUR (berdiri)
(Secara berbalasan dari Mazmur 6 diakhiri dengan pujian dari KJ No. 48)

PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN duduk

• Doa Eplikese
• Pembacaan Alkitab : Efesus 2:1-10
• Selesai pembacaan Alkitab:
PF : “Berbahagialah Setiap Orang yang mendengar Firman Tuhan …
J : (Menyanyikan) Hosiana… Hosiana… Hosiana
• Khotbah

PADUAN SUARA/VOCAL GROUP

PENGAKUAN IMAN RASULI
MJ: Mari kita berdiri untuk menyatakan iman dan percaya kita bersama dengan gereja dari segala abad dan tempat: Aku Percaya…..

PERSEMBAHAN SYUKUR (duduk)

MJ : Saudara-saudara, marilah kita datang kehadirat Tuhan dengan membawa persembahan syukur kita, sebagai persembahan yang hidup, kudus, dan berkenan kepada Allah”.

(Persembahan diiringi dengan nyanyian PKJ No. 148:1-dst “T’rima Kasih Ya Tuhanku”

DOA PERSEMBAHAN (berdiri)

PADUAN SUARA/VOKAL GROUP (duduk)

DOA SYAFAAT (Diakhiri bersama-sama berdoa “Bapa Kami”)

PENGUTUSAN DAN BERKAT (berdiri)

PF : Pada Minggu Sengsara ini, Saudara telah mendengar Firman Tuhan yakni:
…(pesan Firman Tuhan yang telah disampaikan)
J : (Menyanyikan) PKJ No. 265:1-2 “Bukan Kar’na Upahmu”

PF : Dan kini terimalah berkat Tuhan:

“Kiranya Allah Bapa mangaruniakan damai sejahteraNya didalam kasih karunia Yesus Kristus, dan didalam pemeliharaan RohNya yang Kudus, menyertai Saudara-Saudari sekalian, sekarang dan selama-lamanya. Amin!

J : (Menyanyikan) Amin…. Amin … Amin


Saat Teduh

Minggu, 14 Februari 2010

14 Februari 2010

Hari ini aku senang sekali.. Tanggal 14 Februari biasanya orang merayakan valentine, tapi aku tidak. Walaupun begitu, aku mendapatkan satu hadiah yang sangat berharga.. Bukan bunga, bukan coklat. Lebih dari itu semua. Tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Hanya aku yang dapat merasakannya.. Sesuatu yang bisa membuatku tersenyum senyum sendiri. Senyuman yang menandakan bahwa aku sangat senang. Walau di bibir hanya senyum, tapi di hatiku aku berteriak kegirangan.....
I hope she is the answer of my prayer...
Doaku saat ini adalah semoga aku dan dia bisa lebih saling memahami, saling mengerti, saling mengasihi, saling menyayangi dan saling mencintai...Thanks God for her.. Amen.

Selasa, 02 Februari 2010

Gita Gutawa - To be One

see rainbow in the sky
colors that bright in my world
i hear the hummingbirds
singing a beautiful song
the song of love and life term
the song of peace and hope
i don’t want disturb
i want this to be forever
even though we’re not the same different ways
and we walk on different path,different road in this life
can we hold each other hand together
in this world and be as one
it will be a better place better hope
place that gives us peace of mind
filled with love no more tears
place where you and i can love
no more cries on this life
the place for us to be one

Sabtu, 09 Januari 2010

PENUMPANGAN TANGAN DALAM PENAHBISAN PENDETA

PENDAHULUAN
Seperti yang sudah kita ketahui bersama, salah satu jabatan gerejawi yang ada adalah pendeta. Untuk menjadi seorang pendeta, dibutuhkan pendidikan khusus yang dapat diperoleh di sekolah-sekolah Teologi. Selain itu, untuk mengemban jabatan pendeta ini dibutuhkan sebuah peneguhan atau pengangkatan bagi orang yang akan menjadi pendeta. Biasanya hal ini kita sebut dengan penahbisan. Dalam liturgi penahbisan pendeta, biasanya hadir pendeta-pendeta senior nya yang akan menumpangkan tangan saat menahbiskan. Penumpangan tangan sering dianggap sebagai simbol pelantikan biasa seorang hamba Tuhan ke dalam jabatan gerejawi yaitu pendeta. Sebenarnya apakah makna dari penumpangan tangan dalam penahbisan pendeta?

PENUMPANGAN TANGAN
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, “penumpangan” berarti proses atau cara menumpangan. Sedangkan “menumpangkan” berarti memberikan sesuatu supaya dibawa, menyerahkan sesuatu supaya dijaga, menitipkan, mengamanatkan. Dari pengertian diatas, dapat disimpulkan secara sederhana bahwa penumpangan tangan adalah suatu cara untuk memberikan amanat kepada seseorang dengan menggunakan tangan. Pengertian lain dari penumpangan tangan adalah apabila seseorang meletakkan tangannya atas tubuh orang lain untuk keperluan rohani tertentu .
Alkitab juga menunjukkan beberapa peristiwa penumpangan tangan. Di dalam Perjanjian Lama dapat kita lihat saat Musa menumpangkan tangannya kepada Yosua untuk memberikan kuasa dan hikmat kepadanya sebagai pemimpin baru atas umat Allah. Tuhan memerintahkan agar Musa meletakkan tangannya di atas kepala Yosua. Hal ini berarti Yosua diberikan amanat baru untuk menggantikan Musa dan dengan penumpangan tangan yang dilakukan oleh Musa kuasa Tuhan tercurah atas diri Yosua (Bilangan 27: 15-23). Sama hal nya dengan penahbisan pendeta, penumpangan juga melambangkan pencurahan roh kudus atas orang yang hendak ditahbiskan menjadi pendeta atau pemimpin jemaat melalui perantaraan para pendeta-pendeta lainnya.
Dalam Perjanjian Baru juga disinggung mengenai praktek penumpangan tangan. Penahbisan dan peneguhan diyakini sebagai pencurahan karunia dan kuasa Roh Kudus. Pemahaman ini tercatat dalam Perjanjian Baru Apokrif abad kedua. Kisah Para Rasul 6: 1-7 menceritakan bagaimana tujuh orang dipilih untuk membantu rasul-rasul melayankan meja. Mereka didoakan kemudian rasul-rasul itu meletakkan tangan di atas ketujuh orang itu. Penumpangan tangan juga dilakukan oleh Petrus dan Yohanes. Mereka di utus oleh rasul-rasul untuk mencurahkan Roh Kudus kepada orang-orang Samaria ( Kis 8:17).
Jika kita melihat dari sudut pandang liturgi, penumpangan tangan merupakan salah satu simbol liturgi. Martasudjita dalam bukunya Memahami Simbol-simbol Dalam Liturgi mengatakan bahwa penumpangan tangan termasuk dalam simbol liturgi sentuhan. Menurutnya, manusia juga merupakan simbol liturgi. Dengan menggunakan tubuhnya manusia dapat menyimbolkan sesuatu. Salah satunya tangan dalam penumpangan tangan. Selain mencurahkan roh kudus, penumpangan tangan juga dapat dimaknai penyerahan tugas dan tanggung jawab. Saat ditahbiskan menjadi pendeta, orang yang ditahbiskan itu secara otomatis menerima tugas dan tanggung jawab yang baru sebagai pendeta. Kemudian, untuk menjalankan tugas kependetaannya itu ia membutuhkan berkat dari Tuhan. Berkat itu diberikan melalui perantaraan penumpangan tangan yang dilakukan oleh para pendeta yang hadir. Dengan demikian penumpangan tangan juga berarti pemberian berkat atau penganugerahan berkat kepada pendeta yang baru ditahbiskan.



KESIMPULAN
Penahbisan pendeta selalu disertai dengan penumpangan tangan para pendeta kepada pendeta yang baru ditahbiskan. Hal ini penting dilakukan sebagai simbol pencurahan roh kudus kepada pendeta yang baru ditahbiskan. Dengan penumpangan tangan akan terlihat bahwa pendeta yang baru ditahbiskan itu memang dipilih untuk melayani umat Allah karena tidak semua orang dipilih untuk mengemban jabatan pendeta dan penumpangan tangan juga menjadi lambang pemberkatan kepada pendeta yang baru ditahbiskan untuk melakukan sakramen. Memang yang terpenting dalam penahbisan pendeta adalah kata-kata yang diucapkan sewaktu menahbiskan, akan tetapi bagaimana pun simbol itu penting dalam sebuah liturgi. Dengan adanya simbol-simbol, liturgi akan menjadi lebih hidup dan dapat lebih dihayati. Penumpangan tangan dilakukan juga supaya umat Allah yang menyaksikan penahbisan itu mengerti bahwa pendeta mereka yang baru ditahbiskan benar-benar diberi kuasa, karunia, roh kudus dan tanggung-jawab oleh Allah. Oleh karena itu, penumpangan tangan hendaknya jangan dianggap hal yang tidak penting dalam liturgi penahbisan pendeta.



DAFTAR BACAAN

Martasudjita, E., Memahami Simbol-simbol Dalam LIturgi (Yogyakarta: Kanisius, 1998)
Prince, Derek., Penumpangan Tangan (Jakarta: Yayasan Pekabaran Injil Immanuel, 1993)
Rachman, Rasid., Hari Raya Liturgi (Jakarta: Gunung Mulia, 2005)